Jumat, 20 Maret 2020

EFEK CORONA


Museum Santa Maria tutup sementara mulai 16 Maret sampai dengan 29 Maret 2020. Bersama dengan sekitar 107 Museum di seluruh Indonesia untuk mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Virus Corona.

Organisasi Kesehatan Dunia, atau WHO menyebutnya sebagai COVID-19 yang artinya Corona Virus Disease yang muncul tahun 2019. Virus ini ditengarai pertama kali muncul di kota Wuhan China pada 31 Desember 2019. Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sendiri yang menjelaskannya dalam siaran pers di Jenewa, Februari 2020.

Dengan penetapan KLB (Kejadian Luar Biasa) ini, pemerintah menganjurkan untuk sementara “belajar di rumah, bekerja di rumah dan beribadah di rumah.” Pemerintah juga menegaskan perlunya karantina mandiri, isolasi lokal dengan menghindari berkumpulnya massa, penutupan berbagai tempat umum, termasuk Museum. Tujuannya tidak lain agar orang sehat yang tidak sadar sebagai Pembawa Virus Corona atau Carrier tidak menyebarkan atau menularkan virus kepada siapa saja.

Virus Corona menyerang siapa saja melalui cairan yang keluar dari penderita (droplet) saat bersin, batuk atau berbicara. Orang lanjut usia (lansia) dan anak-anak rentan terserang berbagai penyakit, termasuk COVID-19 karena sistem imun sebagai pelindung tubuh tidak bekerja sekuat ketika masih muda atau orang dewasa.
Museum Santa Maria biasanya sering dikunjungi oleh lansia, khususnya para alumni dan tentu saja anak-anak sekolah. Disini, tidak hanya Museum, ada Kampus Santa Maria dari TK-SD-SMP dan SMK. Semua siswa dialihkan dengan belajar dan berkegiatan dari rumah. Para guru dan karyawan piket masih masuk seperti biasa, hanya jam kerjanya dipersingkat. Selain ada tambahan nutrisi dan suplemen selama bekerja, mereka juga diminta untuk memperhatikan ‘distancing’, bekerja dan berelasi dengan berjarak

Bersamaan dengan KLB ini, seluruh komplek area Kampus Santa Maria termasuk Museum dilakukan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan untuk mencegah virus atau bakteri yang menempel dan berkembang biak serta menyediakan hand sanitizer di sudut-sudut pintu dan ruang untuk tamu urusan penting. Sharing Museum secara digital dan penanganan museum untuk pencegahan terus dilakukan untuk saling mendukung satu sama lain.

Semoga masa-masa berat dan kritis ini segera dapat berlalu. Dan tidak henti-hentinya semua diajak berdoa bersama, supaya pemerintah pusat dan daerah bersatu-padu melawan CoVID 19, bagi para pasien agar cepat sembuh, dan bagi pejuang di garis depan, para medis, dokter dan perawat yang memberikan dirinya untuk kesembuhan orang banyak.


Groot Klooster

  Arkeolog, Bapak Candrian Attahiyyat, beberapa waktu lalu mengunjungi Museum Santa Maria. Ia menelusuri sejarah dan menikmati keindahan i...