Jumat, 22 Desember 2017

JEJAK KAPAL HERMAN

Perjalanan menelusuri jejak kapal HERMAN akhirnya sampai di Museum Kemaritiman di Amsterdam Belanda. 


Kapal Herman adalah kapal yang membawa tujuh suster Ursulin dari Sittard Belanda menuju Batavia. 



Perjalanan sampai ke Museum Kemaritiman di Amsterdam, Belanda. Awalnya saat kontak dengan Bapak Piter (orang tua murid di salah satu sekolah Ursulin) mengarahkan dan memperkenalkan kami dengan Pak Mark Meijer seorang konsultan dan staff pemerhati sejarah dan museum UNESCO. 

Pak Piter adalah partner kerja Pak Mark yang pernah merintis museum Tsunami di Aceh beberapa waktu lalu. Pak Mark Meijer sendiri berdarah campuran, Kakeknya KNIL-Belanda dan Neneknya perempuan asli Pulau Rote, Indonesia.



Foto diambil senja hari




Eits ini belum finish ya, karena untuk melacak Kapal Herman ternyata Pak Mark malah mengarahkan kami ke Meneer Ernest van Keulen seorang dosen di Akademi Kemaritiman tempat Museum Kemaritiman berada. Oleh Meneer Ernest disarankan ke perpustakaan untuk melacak keberadaan kapal Herman. Dan akhirnya jejak Kapal Herman ketemu. 

Ternyata, pemilik kapal Herman yang sesungguhnya adalah Nicolaas Adriaan Koning dan selesai dibuat Juni tahun 1855. Kapal yang masih baru itulah yang ditumpangi tujuh suster Ursulin pertama yang datang ke Batavia. Kapal Herman memulai pelayaran dari Pelabuhan Rotterdam Belanda pada 20 September 1855 dengan dinahkodai oleh Matthijs van Velthoven. Sampai di pelabuhan Batavia di 5 Februari 1856. 

Kapal Herman termasuk tipe kapal Barque dengan tiga tiang layar. Lambung kapal dari kayu berlapis tembaga dan termasuk kapal kargo. Tahun 1861 kapal Herman diganti namanya menjadi JOHANNA ELISABETH. Ganti nama berarti ganti pemilik dan manager. 

Setelah beberapa tahun digunakan untuk pelayaran dari Eropa ke Asia melalui semananjung Harapan Afrika, menuju ke Hindia Belanda kapal Herman sempat beberapa kali berganti nama yaitu JOHANNA ELISABETH kemudian PASSAROEANG. 

Terakhir namanya menjadi ST. OLAF dan akhirnya tenggelam di laut tak jauh dari London, Inggris tahun 1893.***
difoto senja hari

Groot Klooster

  Arkeolog, Bapak Candrian Attahiyyat, beberapa waktu lalu mengunjungi Museum Santa Maria. Ia menelusuri sejarah dan menikmati keindahan i...