Selasa, 13 April 2021

Kesan Pertama Begitu Menggoda Selanjutnya Terserah Anda

Wisatawan akan menikmati seluruh perjalanan wisata bila perjumpaan pertama dengan pemandu berkesan. Selain ramah dan sopan, yang membuat wisatawan terkesan dengan pemandu wisata adalah kemampuan pemandu menguasai berbagai macam bahasa.

Menurut Mba Yuli Wulandari, Wakil Ketua Ikatan Pemandu Museum Indonesia (IPMI), Pemandu merupa-kan salah satu produk dari industri pariwisata selain destinasi, transportasi, akomodasi dan fasilitas. Sebagai ujung tombak dunia Pariwisata, pemandu harus paham tugasnya yaitu memandu atau mengatur dan memberikan informasi perihal destinasi wisata, kegiatan dan tata tertib di lokasi wisata serta memastikan bahwa harapan pengunjung terpenuhi.

Untuk bisa memenuhi harapan wisatawan, Pak Suparta, Instruktur pemandu dari IPMI mengatakan seorang pemandu harus mengetahui teknik dan etika kepemanduan. Teknik dan etika kepemanduan diawali saat memulai pembicaraan dengan mengucapkan salam dan selamat datang kemudian memperkenalkan diri.

Sedangkan Pak Aleks Amat Al Kusaini yang akrab dipanggil Papi Alex, Ketua Umum IPMI mengharapkan pemandu harus memberikan kesan yang istimewa sejak perjumpaan pertama dengan wisatawan dari manapun. Sangat bagus apabila seorang pemandu memahami bahasa daerah atau asing asal pengunjung sehingga wisatawan seolah ditemani kawan sendiri.
Oleh karena itu seorang pemandu sebisa mungkin menguasai berbagai bahasa daerah atau bahasa asing. Ia pun mengutip slogan sebuah iklan, kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda. Artinya kalau wisatawan sudah terkesan dengan perjumpaan pertama ia akan merasa nyaman dan pemandu akan lebih mudah mengajak wisatawan untuk berkeliling dan berbelanja souvenir atau kuliner di area tempat wisata. Kesan yang baik dengan pemandu juga membuat wisatawan teringat untuk kembali atau minimal menceritakan pengalamannya dan membuat orang lain tertarik berkunjung.

Pesan dari para pengurus IPMI kepada para siswa SMK Jurusan Pariwisata dan Mahasiswa di wilayah Yogyakarta tersebut disampaikan dalam Virtual Training Pelatihan Kepemanduan Museum Dan Destinasi Wisata yang diselenggarakan oleh museum History of Java, d’Topeng Kingdom Museum bekerja sama dengan Ikatan Pemandu Museum Indonesia (IPMI) dan Badan Musyawarah Museum D.I. Yogyakarta pada Selasa 30 Maret 2021 lalu.

                                 ***

Groot Klooster

  Arkeolog, Bapak Candrian Attahiyyat, beberapa waktu lalu mengunjungi Museum Santa Maria. Ia menelusuri sejarah dan menikmati keindahan i...