Jumat, 23 Januari 2026

Jalan Lain Menjadi Kudus

 




 Pameran dan Penghormatan Relikui memperingati Hari Raya Semua Orang Kudus dilaksanakan mulai Senin 3– 6 November 2025 di Kapel Santa Maria, komplek Biara Ursulin di Jalan Juanda no.29 Jakarta.

 Kegiatan yang diselenggarakan oleh unit Museum Pendidikan Santa Maria bertujuan untuk memelihara tradisi gereja Katolik dalam menghormati para kudus sekaligus menjadi sarana memperkenalkan tradisi Katolik dan Museum Ursulin Santa Maria, kepada seluruh siswa/i unit KB.TK/ SD/ SMP/ SMK serta seluruh warga kampus Santa Maria dan tentu saja para orang tua murid yang hadir dalam misa Jumat Pertama setiap bulan.

 Relikui yang dipamerkan antara lain Relikui Santa Angela, Relikui Santa Ursula dan Relikui Santa Maria dari Inkarnasi. Relikui Santa Angela dan Ursula berupa bagian tubuh yaitu tulang seperti yang tercantum dalam sertifikatnya. Sedangkan relikui Santa Maria dari Inkarnasi adalah kain sutera yang telah disentuhkan ke bagian tubuhnya. Dekorasi dibantu Pak Ridhu, Pak Muji, Kakak Meldi dan Mba Eva koster kapel.

 Dalam surat undangan yang dikirim tanggal 15 Oktober 2025 kepada setiap Kepala Satuan Pendidikan di Kampus Santa Maria tercantum jadwal kegiatan sebagai berikut

 KB/TK pada selasa 4 November jam07.00

SD pada Senin – Jumat jam 10.00 – 11.00

SMP pada Senin – Selada jam 12.00 – selesai

SMK pada Rabu – Kamis jam 12.00 – selesai.

 

Penyesuaian

Dalam pelaksanaanya, terjadi penyesuaian. SD mengambil waktu Selasa sampai Kamis tanggal 4 – 6 November. Setiap kunjungan terdiri 2 kelompok kelas,kelas 2 & 3, kelas 3 & 4 dan terakhir kelas 5 & 6. Pada kamis pagi Pak Pius wali kelas 3 C meminta tambahan waktu karena kelas 3C belum mendapat kesempatan. Pak Pius mengatakan bahwa pada saat jadwal kunjungan,kelasnya sedang dalam supervise menyebabkan tidak mengikuti kegiatan penghormatan Relikui sesuai jadwal. Akhirnya kelas 3C mendapat kesempatan menghormati relikui pada jam 8 pagi.

 Unit SMK juga mengalami perubahan jam kunjungan. Pada jadwal yang tercantum seharusnya jam 12 siang mundur mnjadi jam 13.00 karena padatnya jawal kelas. Kunjungan unit SMK dimulai Rabu 5 november dari kelas 11. Hari berikutnya kelas 10 pada 6 November. Kelas 12 sedang magang praktek kerja sehingga tidak mendapat kesempatan.


 Materi presentasi

Materi presentasi untuk semua level dari TK sampai SMK adalah sama. Tantangannya adalah cara penyampaian materi presentasi kepada peserta karena menyesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman.

 Unit KB.TK mengawali kegiatan Penghormatan Relikui pada Selasa 4 November. Setelah anak-anak duduk, mereka diajak menonton video pendek. Sayangnya terjadi kendala teknis, video pendek yang diputar tiba-tiba gambar layar mengecil tidak sebanding dengan luas ukuran smartboard. Padahal Ketika dicoba tes, gambar layar tidak sekecil saat diputar. Karena keterbatasan waktu dan anak-anak mulai tampak gelisah, maka diputar apa adanya. Tidak ada penjelasan tentang relikui karena anak-anak belum dapat membaca dan memahami. Hanya penjelasan tentang foto Santa Maria dari Inkarnasi kemudian membawa frame foto replika Relikui Santa Maria dari Inkarnasi lebih dekat kepada anak-anak yang duduk dibangku umat. Acara diakhiri dengan berdoa Bersama.

 Untuk anak SD kelas 1-4 dari materi presentasi, penekanannya pada tubuh sebagai tempat Allah tinggal. Karena tubuh sebagai tempat kudus bagi Allah maka diharapkan anak-anak untuk menjaga kebersihan tubuh diri sendiri dan menghormati tubuh teman dengan tidak menyakitinya. Terakhir adalah ajakan supaya rajin berdoa. Durasi keseluruhan satu jam dari anak masuk ke kapel sampai Kembali ke kelas setelah menghormati relikui.

 Untuk anak SD kelas 5-6 penekanan pada tubuh sebagai tempat tinggal Allah maka harus menjaga tubuh sendiri dan menghormati tubuh teman. Selain itu juga ajakan untuk semakin dekat dengan Allah dengan menjadi “bestie” melalui hidup doa yang baik serta mengajak Para Kudus yang menjadi nama babtis turut mendoakan diri sendiri karena mereka yang sudah lebih dahulu dekat dengan Allah. Pada sesi ini durasi hampir satu jam karena muncul banyak pertanyaan dari anak-anak. Anak-anak mulai dapat memahami materi yang dipresentasikan. Penghormatan relikui diawali dengan doa singkat oleh guru pendamping.

 Untuk SMP dan SMK penekanan pada sejarah penghormatan para kudus, alasan menghormati para kudus dan bagaimana hidup kudus. Beberapa cara supaya hidup menjadi kudus adalah dengan menjaga tubuh diri sendiri dan menghormati tubuh teman. Kemudian berkomitmen untuk belajar  sungguh-sungguh dengan mencotoh Santo Carlo Acutis, seorang remaja yang baru saja dikanonisasi menjadi orang kudus.

 Jalan lain menjadi kudus adalah menjadikan diri lebih dekat dengan Allah atau menjadikan Allah sahabat atau “bestie”. Contoh yang diambil dalam kehidupan sehari-hari bila curhat pada Allah dijamin tidak akan bocor berbeda dengan teman sendiri yang kadang lupa untuk menyimpan rahasia cerita. Seperti halnya “bestie” pada umumnya, nasehatnya akan didengarkan dan diikuti meskipun belum tentu baik dan benar. Tetapi bila Allah menjadi “bestie” yang terjadi adalah nasehat - Nya selalu mengarah pada kebenaran dan kebaikan.

 Menjadikan Allah sebagai “bestie” perlu waktu dan ketekunan, maka dibutuhkan para kudus terutama Para Kudus yang menjadi nama babtis untuk mendukung dalam usaha dan upaya dekat dengan Allah menjadi “bestie”. Para guru telah memberikan contoh dalam doa pagi setiap hari, setelah berdoa selalu mengucapkan Santa Angela doakanlah kami, Santa Ursula doakanlah kami.


 Penutup.

Durasi penghormatan relikui untuk SMP dan SMK hampir satu setengah jam. Durasi yang cukup lama karena diawali ibadat singkat dari guru pendamping. Materi presentasi yang bisa dipahami memunculkan banyak pertanyaan. Selain itu pengaturan proses penghormatan oleh guru pendamping menentukan durasi penghormatan. Guru pendamping mengarahkan murid SMP untuk secara berkelompok bergantian melakukan penghormatan. Setiap kelompok antara 4 – 6orang. Sementara guru pendamping SMK mengarahkan untuk bergantian berdua-dua dalam memberikan penghormatan kepada relikui para kudus.   

 Yang menarik dari kegiatan ini adalah sebagian murid kelas 10 belum pernah ke Kapel dan kegiatan Penghormatan Relikui membuat mereka mengunjungi Kapel untuk pertama kalinya. Mereka juga mendapatkan pengetahuan baru dari paparan materi presentasi Penghormatan Relikui Para kudus. Usai kegiatan, beberapa murid bertanya secara pribadi terkait agama katolik dan kehidupan para Suster di Biara.

 Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain, mengapa umat katolik berdoa kepada orang kudus? Kalau tidak punya nama babtis bagaimana supaya bisa punya nama babtis? Orang tua memberi nama babtis Yesaya, apakah itu boleh? Untuk pertanyaan terkait kehidupan para Suster, Suster Marie Louise langsung mengajak para murid yang bertanya berkeliling ke area Biara.

 Kegiatan penghormatan Relikui telah berjalan dengan baik. Melihat tanggapan dari para murid, banyak dari murid maupn guru yang baru pertama atau teringat kembali penjelasan tentang mengapa harus menghormati para kudus. Pak Ridhu meski sudah sekian tahun bekerja di Santa Maria rupanya baru pertama kali mengikuti kegiatan ini, “ini pertamakalinya saya mendapatkan penjelasan tentang Relikui dan mengapa menghormati para kudus.”

 Berikut beberapa catatan dari kegiatan penghormatan Para kudus merayakan Hari Raya Orang Kudus:

1.      Jumlah peserta terlalu banyak sampai memenuhi bagian belakang Kapel. Banyaknya peserta ini membuat mereka sibuk sendiri dan materi penjelasan tidak diterima dengan baik.

2.      Posisi penempatan Relikui apakah tetap seperti sekarang menempel di dinding samping atau sebaiknya didepan altar persis, sehingga umat menunduk hormat sekali baik kepada Sakramen Mahakudus maupun kepada Para Kudus yang relikuinya dipamerkan.

3.      Pada saat penghormatan dipisahkan antara murid katolik dengan non katolik. Pemisahan dilakukan supaya bagi yang katolik menggunakan kesempatan untuk berdoa sedangkan non katolik menjadi kesempatan untuk melihat saja. ***





Jalan Lain Menjadi Kudus

    Pameran dan Penghormatan Relikui memperingati Hari Raya Semua Orang Kudus dilaksanakan mulai Senin 3– 6 November 2025 di Kapel Santa Mar...