Rabu, 22 Februari 2023

Suara Cinta Santa Maria

 

Peringatan HUT Museum Ursulin Santa Maria ke 12 dirayakan dengan sederhana. Perayaan yang digagas oleh beberapa alumni dan pensiunan para guru Santa Maria diawali misa bersama dengan seluruh unit di Kampus Santa Maria pada Selasa 7 Februai 2023 pukul 07.30 WIB

 Usai misa, para pensiunan guru dan alumni diarahkan menuju hall museum. Di hall museum tersaji pameran museum. Pameran bertajuk Suara Cinta Santa Maria dimulai dengan sambutan Suster Marie Louise Kepala Museum dilanjutkan pemotongan tumpeng.

 Suster Marie Louise mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu yang hadir dan memohon doa agar proses renovasi dapat terlaksana dengan baik. Dalam kesempatan sambutannya, Suster Marie Louise juga menjelaskan tentang pameran mini yang dibuka selama lima hari mulai 7 sampai 11 Februari 2023.

 Tema pameran, Suara Cinta Santa Maria diwujudkan Ketika proses relokasi benda koleksi dari ruang pamer menuju hall museum, staff museum menemukan buku-buku catatan lagu tulisan Suster Mechtilde. Suster Mechtilde menulis ulang dengan pena lagu-lagu liturgi gereja. Terdapat dua buah buku tulisan tangan Suster Mechtilde berisi not balok dan syair lagu berbahasa Belanda. Buku tulisan tangan karya Suster Mechtilde tersebut kemudian difoto dan dicetak ulang agar dapat dinikmati pengunjung. Buku aslinya juga turut dipamerkan dalam sebuah lemari kaca.

Usai sambutan, Ibu Marita selaku pemandu acara mengajak peserta untuk menikmati tour dengan menjelaskan alur dan cerita pameran mini. Tour berlangsung singkat karena seluruh area pameran berada dalam satu ruangan.
Acara puncak mini pameran dalam rangka HUT Museum adalah penampilan dari Cindy dan Vera alumni SMP Santa Maria. Cindy memainkan piano mengiringi Vera menyanyikan lagu Panis Angelicus. Lagu Panis Angelicus tertulis dalam buku catatan lagu milik Suster Mechtilde.

 Lantunan lagu yang dinyanyikan Vera terdengar jernih meski tanpa bantuan audio. Suara Vera yang merdu dan lantang, memukau penonton. Usai lagu pertama dinyanyikan, tepuk tangan menggema. Beberapa pengunjung berkomentar, “Suaranya bagus banget”, ada juga yang berkomentar “Merinding denger suaranya”

 Vera mengajak penonton untuk mendengarkan sekaligus berdoa saat lagu kedua dinyanyikan. “Saya mengajak bapak ibu mendengarkan lagu ini sambil berdoa.” Lagu Ave Maria perlahan mengalir penuh penghayatan. Suara tuts piano dan vocal dari Vera memenuhi ruangan, semua penonton diam mendengarkan. Tepuk tangan Kembali menggema Ketika lagu Ave Maria selesai dinyanyikan. Seorang ibu berkomentar penuh semangat “Ntar pas gue mantu, gue mau undang Vera.”

 Usai penampilan Cindy dan Vera, dilanjutkan acara ramah tamah. Para tamu dipersilahkan untuk menikmati hidangan atau melanjutkan melihat pameran secara pribadi. Staff museum menemani pengunjung dengan memandu dan bercerita tentang pameran dan museum.

Dokumentasi pameran museum mini "suara Cinta Santa Maria dapat di lihat pada youtube Museum Ursulin Santa Maria ***


Kamis, 02 Februari 2023

KALEIDOSKOP 2022

 


Para saudara saudari terkasih Selamat Tahun baru 2023. Presiden, Ir. H. Joko Widodo pada Jumat 30 Desember resmi menghentikan masa Pemberlaku-an Pembatasan Kegiatan Ma-syarakat (PPKM). Pengumuman penghentian PPKM menjadi salah satu yang harus disyukuri setelah hampir tiga tahun mengalami pembatasan kegiatan dan situasi yang tidak nyaman. Marilah kita persembahkan seluruh peristiwa tersebut dan bersyukur agar mampu menatap hari depan dengan harapan baru.

Mari, sejenak melihat berbagai peristiwa di tahun 2022. Ada peristiwa dan kegiatan apa sepanjang tahun tersebut di museum Ursulin Santa Maria?

 Dokumen dan arsip yang tersimpan di Museum Ursulin Santa Maria sangat banyak. Sebagian besar perlu pemelihara-an dan perawatan agar tetap awet dan dapat diakses di kemudian hari. Salah satu cara untuk menjaga agar arsip dan dokumen dapat berumur Panjang dan diakses dikemudian hari adalah dengan mendigitalisasi arsip tersebut.

 Jumat, 18 Februari 2022 Museum Ursulin mengunjungi PT Aliz Dinamika di Tangerang Selatan untuk mempelajari proses digitalisasi. Bapak Hendrik E. Niemeijer Bersama Ibu Demitria Niken menyambut langsung sekaligus mengajari proses digitalisasi menggunakan mesin digital arsip. Beberapa hari kemudian Pak Hendrik dan Ibu Niken gentian berkunjung.

 Masih di bulan Februari, rombongan para suster Ursulin probanis datang berkunjung untuk melihat dan mempelajari berbagai karya para suster Ursulin. Suster Probanis adalah Suster yang baru saja berkaul kekal.

 Di Museum, para suster probanis tersebut mempelajari sejarah ursulin pionir di Indonesia serta karyanya bagi perempuan. Selama setengah hari mereka belajar sambil melihat langsung situasi dan pengelolaan museum.

 Situasi pandemic masih belum sepenuhnya reda, maka di bulan April, kunjungan TK Santa Maria dilaksanakan secara online. Virtual tour museum dilaksanakan pagi hari 22 April 2022. Anak-anak antusias ingin berkunjung dan melihat langusng koleksi museum.

 Di bulan Mei, seluruh staff museum studi banding ke museum – museum di Jakarta Pusat yaitu Museum MH. Thamrin, Museum Sumpah Pemuda, Joang 45, Museum Nasional, Sasmitaloka Jenderal Nasution dan Museum Ahmad Yani. Tour sehari yang dilaksanakan 21 Mei tersebut bertujuan untuk mempelajari tata Kelola dan pamer.

 
Di Bulan Juni tanggal 15, Pak Agus Staff Ahli Wamen PUPR dan Pak Widodo mantan kepala tata pamer Museum Nasional datang bersilaturahmi. Suster Lucia dan Suster Marie Louise menyambut dengan gembira kedua tokoh tersebut. Pak Agus dan Pak Widodo memberikan saran dan masukan terkait pengelolaan museum Ursulin Santa Maria agar dapat berkembang baik.

Di akhir bulan Juni tepat di hari Sabtu tanggal 26, penanggung jawab Museum Ursulin Santa Maria diserahkan dari Suster Lucia Anggraini, OSU kepada Suster Marie Louise Nastiti, OSU. Serah terima penanggung jawab museum disaksikan Suster Hilsa Sri Purwaningsih, OSU Pemimpin komunitas Biara Ursulin Santa Maria Juanda Jakarta. Suster Lucia Anggraini, OSU sdelanjutnya akan bertugas di Cor Jesu Malang.

 Bulan Juli menjadi masa MPLS, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi siswa siswi baru di Kampus Santa Maria. MPLS Dimulai dari SMP pada 8 dan 11 Juli dilanjutkan SMK pada 12 Juli. Sementara MPLS SD yang semula dijadwalkan pada 13 Juli berubah menjadi virtual tour. Hampir seluruh siswa antusias berkunjung langsung ke museum, apalagi setelah mengalami pembatasan kegiatan akibat pandemi.

 Di awal bulan November, pada pesta semua orang Kudus, pameran mini sekaligus penghoirmatan kepada para kudus dilaksanakan di Kapel Santa Maria. Semua murid dari KBTK, SD, SMP dan SMK terlibat secara bergantian dalam acara tersebut. selain Penghormatan relikui, juga dilaksanakan webinar tentang relikui yang menghadirkan fotografer senior, Arbain Rambey, Ibu Gina Sutono, relawan pertama di museum dan Romo Thomas Ferry Suharto, OFM ahli spiritual fransiskan. Para narasumber membahas salah satu koleksi museum yaitu Relikui. Dokumentasi dan webinar dapat dilihat di youtube museum Ursulin Santa Maria

 Sepanjang 2022 Museum Ursulin Santa Maria juga terliabt aktif mengikuti program pemerintah berupa bimbingan teknis (BimTek) bagi tenaga teknis museum. Bimbingan bagi tenaga teknis dimulai pada bulan juni untuk tenaga teknis Penata Pameran. Pada Bulan Juli diselenggarakan bimtek bagi tenaga teknis Edukator dan Register. BBimtek bagi tenaga teknis Humas dan Pemasaran pada Agustus, Konservator pada September dan Kurator pada Oktober. Bimbingan teksnis tersebut diselenggarakan pemerintah bekerjasama dengan Asosiasi museum Indonesia daerah Jakarta (Amida) Jakarta Paramita Jaya. Silahkan cek video kaleidoskop 2022 disini.***

Rabu, 30 November 2022

Anjuran Romo Eddy Kristiyanto OFM “Kunjungi Museum Santa Maria”

 


Rombongan pria bersepeda perlahan memasuki halaman Museum Santa Maria pada Sabtu pagi 22 Oktober 2022. Mereka adalah rombongan para frater Fransiskan dari komunitas Kampung Ambon. Kunjungan mereka itu atas anjuran Romo Eddy Kristiyanto OFM. Romo Edi adalah dosen dan pamong mereka. Sayang pada hari itu Romo Eddy tidak bisa ikut beserta mereka karena tugas lain.

 Suster Marie Louise OSU menyambut, menyapa dan memperkenalkan para staff pengelola museum. Namun karena gedung museum sedang dalam proses revitalisasi maka sebagian besar benda koleksi museum sudah disimpan dan dirapikan. Selain mungunjungi museum mereka mengunjungi Kapel Santa Maria, kapel yang sangat bersejarah dalam kehidupan para suster Ursulin.

 Di Kapel Santa Maria, Suster Marie Louise menceritakan sejarah Kapel dan perkembangannya sejak mulai berdirinya tahun 1875 sampai sekarang. Dijelaskan juga kepada mereka gambar- gambar Kaca Pateri baik yang ada pada tembok Altar, samping kanan dan kiri serta pada tembok belakang di atas balkon koor. Pada awal tahun 2021 kapel mulai direnovasi karena Kapel seringkali kebanjiran dan keadaan tembok berikut relief jalan salib rusak. Selain tembok, AC dan sound system diganti. Sekarang mesin AC tidak kelihatan, udara dingin dan bersih dimasukkan lewat lobang-lobang di plafon atas. Sound system ditempatkan di tempat yang agak tersembunyi. Bulan Desember tahun 2021 renovasi baru selesai dan diberkati ulang. Sekarang Kapel kelihatan terang dan indah. Rombongan memperhatikan penjelasan Suster. Tak lupa mereka menikmati cantiknya interior kapel yang baru pertama kali mereka kunjungi.
Selama kurang lebih tiga jam, selain di Kapel di Hall museum, para frater disuguhi cerita karya para suster Ursulin: Asrama, sekolah Santa Maria, museum dan sejarah gedungnya. Juga tentang arti, definisi dan tujuan museum pada umumnya, khususnya museum Ursulin Santa Maria.

 “Saya merasa sangat senang bisa berkunjung ke Museun St. Maria. Seluruh pelayanannya sangat luar biasa, menambah pengetahuan saya akan gereja Indonesia, dan terlebih khusus tentang karya saudari-saudari Ursulin dalam memajukan bangsa Indonesia”, tutur Frater Gregorius OFM.

 Frater Andre Labur OFM memiliki kesan sendiri: “Menurut saya, Museum Santa Maria memiliki catatan sejarah yang lengkap dan komprehensif serta sistem pengelolaan museum yang sangat baik. Bagi saya, museum ini sangat cocok bagi mereka yang memiliki minat dalam mempelajari sejarah dan tentunya semakin mengenal karya-karya Suster Ursulin yang luar biasa semenjak menginjakan kaki di Bumi Pertiwi.”

 Sementara Frater Tian Gunardo OFM berharap agar museum ini dapat dipromosikan ke khayalak yang lebih luas lagi, sehingga dapat dikunjungi oleh lebih banyak kalangan lagi, agar siapa saja dapat memperoleh informasi yang bernas dari sini. Keberadaan museum "Katolik" ini mutlak penting, mengingat darinya kalangan luas dapat menemukan jejak rekam yang positif dari kiprah Gereja Katolik di masa lampau terhadap kemajuan pendidikan bangsa ini dalam cakupan inter-latar belakang budaya, agama, suku, dan ras.

 Sebelum rombongan pamit meninggalkan museum untuk melanjutkan perjalanan, Bruder Triyono OFM mengucapkan terima kasih atas keramahtamahan dan pelayanan Suster beserta seluruh staff museum. ***

Kamis, 13 Oktober 2022

Menikmati Jejak Sejarah Transportasi

 


Pemberitaan detik.com tentang “Harta Karun di Proyek MRT” dipamerkan dalam Jejak Memori Moda Transportasi di Ibukota Jakarta menarik perhatian. Pameran dibuka pada 19 September 2022 dan berakhir di penghujung September 2022.

 September 2022 tinggal menghitung hari, pameran di dalam komplek Museum Sejarah Jakarta baru dapat dikunjungi pada Selasa 27 september.

 Ruang pamer berupa tenda besar terletak di tengah halaman dalam Museum Sejarah Jakarta. Di ruang pamer pertama, pengunjung disambut dengan replika Kereta Rel Listrik (KRL) dari kayu yang dapat dinaiki secara terbatas. Puas mencoba naik replika KRL tersebut dilanjutkan menelusur jejak transportasi di Jakarta yang dulu dikenal dengan nama Batavia.

 Dimulainya moda transportasi berbasis rel pada paruh abad ke 19 untuk mendukung kelancaran pengiriman hasil perkebunan dan pertanian program tanam paksa (Cultuur Stelsel 1830-1847). Jalur pertama Trem bertenaga kuda dibuka tahun 1869 menghubungkan jalan Cengkeh (Amsterdamse Poort) ke Harmoni. Setelah itu Trem berkembang di Semarang tahun 1881 dan Surabaya tahun 1886. Trem bertenaga uap di Batavia baru dimulai pada 1883.
Perkembangan selanjutnya, Trem tidak hanya difungsikan mengangkut barang hasil perkebunan atau pertanian hasil Tanam Paksa, trem juga digunakan mengangkut penumpang. Trem juga menjadi sarana pendukung gerakan revolusi saat perang kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah kereta api mulai berkembang, trem resmi berhenti beroperasi pada 1962.

 Jejak-jejak transportasi masa kolonial itu berupa benda yang ditemukan dalam proses penggalian. Benda temuan itu antara lain potongan gerabah, pecahan keramik kuno, uang koin, peluru dan masih banyak lagi.

 Berbagai benda yang dipamerkan menjadi bukti bukti bahwa sejarah transportasi berbasis rel di Batavia adalah yang pertama kali di Asia Tenggara. Jejak itu terungkap saat Jakarta, yang dulu bernama Batavia mengembangkan transportasi modern yaitu MRT atau Mass Rapid Transit

 Jejak moda transportasi di Jakarta menjadi salah satu kekayaan dan harta karun yang selama ini terpendam. Bagi yang sudah berkunjung, selamat menikmati harta karun yang dipamerkan. ***


Kamis, 06 Oktober 2022

Pertimbangan Matang Perancang Pameran

 


Salah satu tantangan museum adalah membuat pengunjung nyaman berada di museum. Penataan display koleksi dan tata pamer yang baik membuat pengunjung tidak hanya merasa nyaman dan puas, juga mendapatkan pengalaman tak terlupakan dan memunculkan keinginan untuk datang lagi.

Membuat pengunjung datang lagi menjadi salah satu dari sekian banyak alasan pengelola museum perlu meningkatkan lagi kualitas tenaga teknis. Asosiasi Museum Indonesia Daerah (AMIDFA) DKI Jakarta, Paramita Jaya bersama pemerintah Provinsi DKI Jakarta memahami situasi dan tantangan tersebut, kemudian menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi museum-museum yang ada di wilayah Jakarta.

 Bimtek bagi pengelola museum diantaranya Perancang Pameran, Edukator, Register, Humas dan Pemasaran, Konservator serta Kurator. Perancang Pameran adalah bagian dari rangkaian bimtek untuk meningkatkan kualitas SDM Museum di bidang Penataan Pameran. 

Peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja di unitnya masing-masing. Bimtek perancang pameran diikuti perwakilan dari museum-museum yang ada di Jakarta baik milik pemerintah maupun non pemerintah.Bimtek yang diadakan ini merupakan tahap awal bagi para peserta sebelum  memperoleh sertifikasi resmi sesuai bidangnya dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Mengacu pada Peraturan Pemerintah no. 66/2015 tentang Museum yaitu "Museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat", maka bagian mengomunikasikan koleksi ini menjadi tugas perancang pameran.

Komunikasi secara visual adalah salah satu cara menyampaikan pesan kepada pengunjung, selain banyak cara untuk mengomunikasikannya. Karena komunikasi visual banyak menampilkan gambar, teks atau simbol dengan kelengkapan elemen visualnya maka strategi komunikasinya harus dirancang agar pengunjung menangkap pesannya.

Dalam pelatihan selama 3 hari yang dimulai pada 27 Juni 2022 ini peserta diajak untuk melihat, membandingkan, mensimulasikan materi yang diajarkan baik pada obyek percontohan maupun pada museum masing-masing peserta.


Materi yang disimulasikan adalah museum yang sudah ada dengan tata pamernya kemudian menganalisa dan memberi ide perancangan yang baru. Materi yang lainnya adalah merancang suatu pameran yang belum pernah ada. Peserta diajak untuk mengasah ide yang out of the box dengan membuat matriks pameran.

Matrik adalah skema penyajian yang menyatukan berbagai jenis sajian, ruang pamer, topik dan sub-topik, serta perangkat penyajian. Umumnya berupa tabel-bagan.

Materi disajikan secara teori dan praktek kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 7-8 peserta yg mewakili museumnya. Persoalan dalam suatu materi dikupas dan dipecahkan dalam suatu presentasi kelompok yang diwakili salah satu peserta. Setelah presentasi, tiap kelompok diberi kesempatan memberi tanggapan atas pertanyaan dari peserta lain.

Bapak Punto A. Sidarto dan Ibu Nusi Lisabilla Estudiantin sebagai pemateri juga memberi masukan sebagai tanggapan atas presentasi tiap kelompok.

Pada hari terakhir Bimtek perancang pameran materi yang disajikan adalah mengimplementasikan rancangan pameran museum. Salah satu pematerinya adalah Ibu Diah Resita Kuntjoro Jakti S.Sn., M.Sn. yang membagikan pengalaman betapa pentingnya suatu brief klien dalam perancangan pameran suatu museum.

Brief klien adalah suatu data informasi yang berisi:
1. TUJUAN
2. SASARAN
3. BATASAN/LINGKUP
4. WAKTU
5.  ASUMSI
6. PELUANG
dari Museum sebagai klien. Semua informasi ini adalah riset bagian dari rencana yang menjadi landasan kerja perancang pameran untuk menghasilkan ide-ide yang berlanjut pada proses rancangan, produksi dan instalasi.

Catatan penting dari Bu Diah Resita untuk perancang pameran yang sudah diulas juga sebelumnya oleh Pak Punto di hari kedua adalah Dalam merancang tata pamer yang nyaman, petuga teknis Perancang Pameran perlu mempertimbangkan tata letak, sistem labeling yang tepat serta pencahayaan yang mendukung tampilan koleksi sehingga pengunjung dapat menikmati setiap momen berada di area pamer. ***

Senin, 19 September 2022

Register Bukan Sekedar Pencatatan

 

Berdasarkan PP No.66 Tahun 2015, Penjelasan Pasal 11 ayat 2, Sumber Daya Manusia yang harus dimiliki sebuah Museum adalah tenaga teknis yang meregister: melakukan kegiatan pencatatan dan pendokumentasian koleksi. Tenaga teknis ini disebut Registrar.

Sumber Daya Manusia lain yang harus ada bersama registrar ini adalah Kurator, Edukator, Penata Pamer dan Konservator serta Humas dan Pemasaran. Tersedianya semua tenaga teknis itu sangat ditekankan oleh Pak Yiyok T. Herlambang ketua Amida Jakarta Paramita Jaya yang menjadi pembicara pertama dalam Bimbingan Teknis (BimTek) Register. Dalam BimTek ini sering kali yang dimaksud dengan Register adalah registrar.

 BimTek Register dilaksanakan di Museum Tekstil selama tiga hari 25-27 Juli 2022. Pak Yiyok menegaskan bahwa petugas teknis yang terkait dengan benda koleksi sebuah museum adalah Register, Kurator dan Konservator. Sedangkan tenaga Teknis terkait dengan tugas mengkomunikasikan benda koleksi kepada masyarakat adalah Edukator, Penata Pamer serta Humas dan Pemasaran.

 BimTek Register yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Provinsi Jakarta Bidang Pelindungan bekerjasama dengan AMIDA Jakarta Paramita Jaya bertujuan mempersiapkan tenaga teknis museum agar sesuai standar. Selain itu Peserta yang mengikuti bimtek akan mendapat prioritas diikutkan dalam program sertifikasi LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) Permuseuman Indonesia – BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) pada kesempatan yang akan datang.

 Dalam BimTek Register, para Registrar, sebutan bagi petugas register dilatih untuk mampu 1) Menyusun kebijakan registrasi koleksi museum 2) Melaksanakan proses registrasi koleksi museum 3) Melaksanakan penyimpanan koleksi di ruang storage 4) Melaksanakan proses mutasi atau lalu lintas koleksi di dalam museum 5) Melaksanakan teknis peminjaman koleksi ke luar museum 6) Melaksanakan pengusulan penghapusan koleksi museum
Enam kemampuan yang harus dimiliki seorang Registrar, disampaikan dalam bentuk teori dan latihan praktek oleh enam narasumber yaitu Bpk. Yiyok T. Herlambang SE, MM; Ibu Yulianti Fajar Wulandari S.I. Kom, M.I. Kom; Ibu Karisa Rahmaputri S. Sn, M. Sc; Bapak Gunawan W. Widodo M. Hum; Bapak Drs. Mananti Amperawan Marpaung dan Bapak Ir. Adang Suryana.

 Bapak Ir. Adang Suryana mewakili AMIDA Jakarta Paramita Jaya dalam acara m enutup kegiatan mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan yang telah memberi kesempatan kepada Paramita Jaya memilih para narasumber serta mengingatkan peserta untuk bangga menjadi Registrar.

 Bapak Bayu Niti Permana mewakili Kepala Bidang Pelindungan Dinas Kebudayaan Provinsi Jakarta menutup kegiatan BimTek dengan harapan museum di Jakarta menjadi tempat yang layak untuk dikunjungi.

 “Bimtek ini diharapkan menjadi tonggak, satu-satunya wilayah yang punya museum se-Indonesia terbayak dan layak kunjung dan menjadi referensi Pendidikan, rekreasi tempat mencari pengalaman atau Adventure.”

 Pak Bayu juga mengingatkan kepada para peserta BimTek untuk bangga menjadi register. “Fungsi Dengan adanya pelatihan ini adalah menyebarkan seluas-luasnya pengetahuan tentang apa yang menjadi pesan museum di dalam koleksi-koleksinya. Register jangan dianggap sebagai tukang catat tapi dia adalah orang yang mengerti tentang koleksi mengerti tentang nilainya dan serba tau tempatnya.”

 Sebelum ditutup dengan foto bersama, peserta dari Museum Purna Bhakti Pertiwi, Ibu Sunani mendapat kehormatan menerima sertifikat dari Pak Bayu secara langsung sebagai peserta dengan nilai terbaik pada bimtek tersebut. ***




Selasa, 13 September 2022

Keluhan Pengunjung Masukan Positif Bagi Museum

 

Kolase foto oleh Bpk. Ir. Adang Suryana

Bimtek Humas & Pemasaran Bimbingan Teknis (Bimek) Humas dan Pemasaran yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Provinsi Jakarta bekerjasama dengan Asosiasi Museum Indonesia Daerah (Amida) Jakarta Paramita Jaya merupakan BimTek ke empat. Bimtek sebelumnya diperuntukkkan bagi tenaga teksni Penata Pamer, Edukator, Register.

 Sebagai tuan rumah, Ibu Misari, M. Hum. Kepala UPT Museum Kebaharian mengucapkan selamat datang kepada panitia maupun juga peserta. Ibu Misari juga mengungkapkan rasa bangganya karena dipilih menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Bimtek, khususnya Humas dan Pemasan. Ia berharap semoga kegiatan Bimtek menginspirasi tim media social Museum Bahari untuk meningkatkan kualitasnya.

 Ibu Misari selain merasa bangga juga berharap kegiatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta untuk meningkatkan potensi dirinya “Mudah-mudahan para peserta dapat memanfaatkan kesempatan baik ini untuk bisa meningkatkan potensi diri ya, kemudian saling juga bertukar pengalaman ya mungkin ada museum yang memang sudah mendapatkan poin plus-plus di dalam kehumasannya.”

 “Kesempatan berkumpul di Bimtek ini menjadi ajang untuk saling bertukar pikiran atau bertukar pengalaman”. Bu Ari berpesan: “Jangan kita merasa malu untuk bertukar pengalaman tetapi justru apa yang menjadi poin plus dari museum lain dapat menambah point kita dan sebaliknya, terutama dalam hal kemasan museum kita. Mudah-mudahan hasilnya nanti bisa bermanfaat bagi teman-teman”. “Sekali lagi sebagai tuan rumah saya menyambut baik kegiatan ini semoga juga bisa berjalan dengan lancar sampai tiga hari ke depan.” Pungkasnya.

komunikasi dan pemasaran
 Pada sesi pertama Bimtek, Pak Yiyok T. Herlambang mengingatkan peserta pentingnya petugas teknis Humas dan Pemasaran karena tercatat dalam Peraturan Pemerintah (PP) no 66 Tahun 2015 Tentang Museum. Inilah pesan Pak Yiyok: “Museum adalah Lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat. Begitu ngomong komunikasi maka ada tiga tenaga teknis yang bertugas, satu adalah Penata Pamer kedua Educator ketiga Humas dan Pemasaran. Jadi teman-teman, dan bapak Ibu sekalian, sebagai seorang Humas dan Pemasaran wajib memahami kebijakan dan tugas kehumasan dan pemasaran.

 Terkait tugas Humas dan Pemasaran ditegaskan dalam PP No.66 Tahun 2015, penjelasan Pasal 11 peraturan: Hubungan Masyarakat dan Pemasaran adalah petugas teknis yang melakukan kegiatan komunikasi dan pemasaran program-program museum.

 Kaitannya dengan standarisasi, Pemerintah melakukan standarisasi museum setelah dua tahun museum berdiri. Penilaian berdasarkan Pengelolaan Museum dengan Hasil Standarisasi berupa Tipe A, B, atau C dan Evaluasi Museum. Salah satu penilaian adalah apakah tenaga teknis dalam museum tersebut masih merangkap jabatan atau tidak.

 Pak Yiyok kemudian memberikan tugas kelompok untuk menyusun apa saja tugas tenaga teknis Humas dan pemasaran. Tugas kelompok kemudian di paparkan dan didiskusikan bersama. Menurut Pak Yiyok berdasarkan paparan peserta, para peserta telah memahami tugas tenaga teknis Humas dan Pemasaran karena telah sesuai dengan materi yang akan diujikan dalam sertifikasi profesi, yang antara lain menyusun kebijakan hubungan masyarakat dan pemasaran museum, Melaksanakan hubungan dengan media, Melaksanakan hubungan dengan komunitas, Melaksanakan hubungan dengan internal museum, Melaksanakan hubungan dengan pengunjung, Melaksanakan kegiatan pemasaran museum.

 Pada Sesi kedua, peserta diajak untuk mengelola kerjasama dengan media. Hubungan dengan Media bertujuan untuk membentuk citra positif dan mempengaruhi persepsi publik melalui kegiatan publikasi di media.

Hubungan Media
 Prinsip Hubungan Media Melayani dengan sebaik mungkin, Memberikan ruang yang cukup, tidak menutup saluran informasi khususnya dalam keadaan penting. Jujur dan terbuka. Professional dalam menjalankan tugas.

 Humas dan Pemasaran dalam menjaga hubungan dengan media tidak hanya berhubungan dengan wartawan. Seorang Humas dan Pemasaran wajib mengetahui dan mengenali institusi media dan bagian-bagiannya. Dalam membina hubungan baik, ada kalanya harus mendekat dengan tujuan menjalin hubungan baik.

 Bentuk kegiatan Humas dan Pemasaran yang berkaitan dengan media antara lain: Konferensi Pers, Media Briefing, Media Visit, Wawancara, Pertemuan dengan Pemimpin redaksi, Media Luncheon, Press Gathering, Doorstop, In House Training, Klarifikasi Berita, Siaran Pers.

 Dalam sesi tersebut, tugas kelompok adalah membuat Press Rilis. Ibu Ita Suryani, S. Sos M.I.kom dosen di Universitas BSI yang menjadi narasumber sesi kedua terlebih dahulu menjabarkan unsur-unsur dalam pembuatan Press Rilis. 

 
Unsur dan struktur dalam Pres Rilis meliputi nilai berita yang menarik benar-benar terjadi dan baru saja terjadi, dan penting. Sedangkan Struktur naskah atau tulisan rilis sama dengan struktur naskah berita, yakni terdiri dari

1. Judul, 2. Teras (lead), 3. Isi (body), 4. Judul berita harus kalimat lengkap, minimal Subjek + Predikat, dan menggunakan kalimat aktif. 5. Teras sebaiknya mengedepankan subjek pelaku who does what; siapa melakukan apa, kapan, di mana, kenapa, dan bagaimana; isi berupa penjelasan unsur why dan how. 6. Namun, dari segi format, naskah press release ditambah bagian awal dan akhir

 Hari Kedua Sesi Pertama diisi dengan materi melaksanakan hubungan dengan komunitas. Namun dalam paparan nara sumber, Ibu Resita Kuntjoro-Jakti para peserta justru diajak bagaimana membuat sebuah komunitas. Ketika ditanyakan mengapa dan apa alasannya petugas Teknis Humas dan Pemasaran Museum harus membuat komunitas? Dijawab bukan sesinya dan dapat ditanyakan pada sesi besok (sesi hari ketiga)

kerjasama
 Ibu Rian Timadar M. Hum ketua AMIKA-TMII, pada sesi kedua  mengajak peserta dengan permainan kelompok membuat Menara yang paling tinggi dan kokoh dari bahan sedotan plastic. Pada saat presentasi setiap kelompok harus menunjukkan hasil kerja kelompok dan gambar desain Menara. Pada saat presentasi akan dinilai kesesuaian desain dengan hasil karya, dan pembagian kerja. Tujuan permainan ini untuk mengingatkan peserta bimtek Humas dan Pemasaran agar selalu menjaga harmoni dan meningkatkan kerjasama dengan setiap petugas tenaga teknis maupun non teknis di museum.

 Hari ketiga, Ibu Yulianti Fajar Wulandari M. I.Kom mengajak peserta belajar bagaimana Melaksanakan Hubungan Dengan Pengunjung. Salah satu yang terpenting dalam menjalin hubungan dengan pengunjung adalah komunikasi yang baik untuk Menggali kebutuhan layanan pengunjung seperti mengapa mengunjungi museum, apa yang dilakukan di museum dan apa kesan yang didapat di museum.

 Komunikasi yang baik meliputi komunikasi verbal dan non verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang disampaikan melalui tulisan dan lisan. Di masa kini informasi yang disampaikan lewat social media termasuk dalam katogori komunikasi verbal. Sedangkan komunikasi non verbal adalah komunikasi yang disampikan melalui bahasa tubuh sepertu gerak tangan, ekspresi wajah penampilan, intonasi suara dan lainnya.

Keluhan pengunjung  
 Salah satu yang menjadi perhatian tenaga teknis Humas dan Pemasaran adalah bagaimana menangani keluhan pengunjung atau Complain Handling. Mengapa pengunjung mengeluh? Beberapa factor keluhan pengunjung diantaranya pelayanan tidak sesuai yang diharapkan, pengunjung diabaikan atau dibiarkan terlalu lama, tidak ada yang mendengarkan atau menanggapi, seseorang bersikap kasar, dianggap remeh oleh staff, tidak ada yang mau bertanggung jawab atas kesalahan yang terjadi, pernah mengalami hal buruk di tempat yang sama.

 Bagaimana menanggapi keluhan tersebut? Pertama, anggap keluhan pengunjung tersebut sebagai masukan positif bagi museum dan staff pengelola. Kemudian dengarkan keluhannya dan selidiki, jangan mengambil kesimpulan tergesa-gesa. Bantu memberikan saran yang mudah dilaksanakan. Terakhir tak boleh lupa mengucapkan terima kasih atas saran dan masukannya.

 Di Sesi akhir, Bpk. Ir. Adang Suryana memberikan materi tentang bagaimana melaksanakan kegiatan pemasaran. Tenaga teknis harus mampu: Menentukan misi dan tujuan kegiatan pemasaran museum, bauran pemasaran dan promosinya, serta strateginya.

 Bauran pemasaran museum adalah strategi yang memadukan kegiatan pemasaran dalam satu waktu untuk meningkatkan penjualan produk atau jasa. Bauran ini meliputi: produk, harga, tempat, promosi, pemegang kebijakan, hubungan Masyarakat

 Bauran Promosi adalah kombinasi strategi dari variable periklanan, personal selling dan alat promosi lain, yang kesemuanya direncanakan untuk tujuan penjualan bauran promosi museum, meliputi: Iklan (advertising), Publisitas, Sales promotion, Penjualan tatap muka (Personal selling) dan Direct marketing.

 Di akhir BimTek dilaksanakan penyerahan sertifikat tanda kelulusan BimTek bagi seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan BimTek Humas dan Pemasaran selama tiga hari beturut-turut, 22-24 Agustus 2022. Penyerahan sertifikat diserahkan langsung kepada peserta oleh Bapak Norviadi Setio Husodo, SS. M.Si. Kepala Bidang Pelindungan Dinas Kebudayaan Provinsi Jakarta. ***

Sabtu, 03 September 2022

Museum Menjadi Bagian MPLS Santa Maria



Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP-SMK Santa Maria, tahun 2022/2023 dilaksanakan dengan tatap muka setelah selama dua tahun terakhir MPLS dilaksanakan secara virtual. Museum Ursulin Santa Maria terletak di dalam kampus Sekolah Santa Maria. Sehingga museum itu sangat tepat untuk memperkenalkan lingkungan Sekolah, terutama mulai dari sejarah berdirinya Sekolah dan misi Sekolah dari awal berdirinya.

 Seluruh peserta MPLS sangat antusias mengikuti tour keliling museum Ursulin Santa Maria. Untuk murid SD dan SMP pengenalan lingkungan bukan hanya untuk murid kelas satu saja tetapi juga untuk kelas dua dan tiga; dan untuk SMP kelas 7 dan kelas 8 dan 9. Sebab mereka itu semua belum berkunjung secara langsung ke museum karena dulu secara on-line.

 MPLS dimulai dari unit SMP pada Jumat 8 dan 11 Juli dilanjutkan unit SMK pada 12 Juli. Sayangnya unit SD yang seharusnya 13 Juli mendadak merubah jadwal menjadi tour virtual karena ada siswa yang terpapar covid-19 sehingga pelajaran kembali dilaksanakan jarak jauh.

 MPLS di Museum Ursulin Santa Maria diawali di Aula Museum. Suster Marie Louise menyambut dan menyapa peserta didik baru dan memperkenalkan staf museum. Setelah menyapa, Suster Marie Louise melanjutkannya dengan paparan tentang museum.

 Dari paparan tersebut diharapkan peserta MPLS mengenal museum sebagai bagian dari Kampus Santa Maria serta merasa bangga karena para siswa menjadi bagian sejarah yang hidup dari Kampus Santa Maria yang masih berjalan di usia lebih dari 166 tahun.
Dari Museum peserta diarahkan menuju gedung Kapel yang posisinya masih dalam satu komplek. Di dalam Kapel, peserta dijelaskan tentang sejarah berdirinya Gedung Kapel yang mulai dibangun sejak tahun 1875. Selain sejarah, juga dijelaskan tentang interior gedung Kapel.

 Dengan mengenal museum, kapel dan tempat-tempat lain di dalam kampus Santa Maria, para murid dapat menggunakannya untuk menjalin hubungan dengan Tuhan, Sang Penciptanya (di kapel), menggali dan mengamalkan nilai-nilai yang ditanamkan dalam seluruh pendidikan Ursulin yang bersemboyan SERVIAM, “Aku mau mengabdi”. Selain itu, dari para pendidik pendahulu dan para alumni, meneladan untuk menjadi pribadi yang mandiri, bertanggungjawab dan mempunyai kepedulian terhadap sesama dan alam sekitar.

 MPLS menjadi sarana para siswa belajar berinteraksi dengan sesamanya kemudian berinovasi dan berkreasi dalam menggunakan media social untuk semakin menambah rasa bangga dan cinta kepada lingkungan kampus Santa Maria.

 Peserta MPLS diiuti oleh seluruh siswa siswi SMP dari kelas tujuh sampai kelas Sembilan. Sedangkan SMK diikuti oleh kelas sepuluh dari tiga jurusan yaitu Kuliner, Tata Busana dan Design Komunikasi Visual (DKV). Dari unit SD diikuti seluruh kelas satu sampai tiga. ***

Senin, 01 Agustus 2022

Edukator Lebih Dari Sekedar Pemandu


Kolase foto oleh bpk. Adang Suryana


Asosiasi Museum Indonesia (AMI) DKI Jakarta Paramita Jaya bersinergi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi tenaga teknis museum. Tenaga Teknis museum perlu meningkatkan kualitasnya agar pengelolaan museum di DKI Jakarta semakin baik.

 AMI DKI Jakarta mengharapkan setiap museum mengirimkan enam (6) tenaga teknis sesuai spesialisasinya. Tenaga teknis museum diantaranya Kurator, Edukator, Konservator, Penata Pameran, Register, Humas dan Pemasaran.

 Bimtek bagi tenaga teknis museum diselenggarakan secara bertahap. Tenaga teknis Edukator melaksanakan bimtek pada 4-6 Juli 2022 di Museum Sejarah Jakarta. Total 51 peserta mengikuti bimtek dari berbagai museum di Jakarta dan Dinas Kebudayaan.

 Edukator adalah salah satu tenaga teknis  yang keberadaanya disebut dalam Peraturan Pemerintah (PP) no. 66 Tahun 2015 tentang Museum. Selama bimtek Edukator, narasumber bimtek selalu mengingatkan peserta bahwa bahwa Edukator lebih dari sekedar Pemandu karena memandu merupakan bagian dari salah satu tugas Edukator.
Dalam bimtek tersebut, Edukator dilatih dengan teori dan praktek berkaitan dengan kemampuan seorang Edukator. Edukator harus menguasai kemampuan untuk: 

Menyusun kebijakan edukasi dan penyampaian informasi koleksi museum, melaksanakan program edukasi di museum berbasis penguatan karakter bangsa, melaksanakan program edukasi di museum untuk pengunjung umum, melaksanakan kegiatan edukasi di museum untuk peserta didik berkebutuhan khusus dan pengunjung penyandang disabilitas dan melakukan penyampaian informasi koleksi museum

 Dalam merancang konsep program edukasi Edukator bekerjasama dengan Kurator dan Penata Pameran membahas tema, kegiatan, audience atau pengunjung yang disasar dan alat peraga yang digunakan.

 Narasumber dalam bimtek Edukator selama tiga hari tersebut adalah Bpk. Yiyok T. Herlambang SE. MM. Karisa Rahmaputri S.SN, MSc, Dr. Ali Akbar M.Hum, Misari M.Hum, Dr. Musiana Yudhawasthi M.Hum dan Ir. Adang Suryana. *** 

Sabtu, 28 Mei 2022

Kalau Bisa ke Tempat Aslinya.



Melihat Museum Ursulin Santa Maria secara langsung lebih seru dibanding virtual. Namun apa daya, pandemi belum berakhir. Meski begitu, harapan anak-anak TK Santa Maria untuk berkunjung melihat langsung sangat besar.

 Jumat, 22 April 2022 Murid-murid TK Santa Maria berkunjung secara virtual ke Museum Ursulin Santa Maria. Para murid diajak mengenal Museum agar para murid bangga dengan keberadaan museum Ursulin yang terletak di dalam komplek sekolah Santa Maria.

 Zoom dibuka pukul 07.30 untuk admit peserta sambil diputar jingle “Museum di Hatiku”. Setelah meditasi dan doa bersama, Suster Lucia Anggraini, kepala Museum Ursulin Santa Maria, memperkenalkan staff pengelola, yaitu Suster Marie Louise, ada Pak Aji, Pak Muji dan Ibu Janni. Suster Lucia kemudian menjelaskan secara singkat tentang Museum Ursulin seperti lokasi, ruang-ruang yang ada di museum, waktu kunjungan dan beberapa foto suster di masa lalu. Setelah Suster Lucia selesai menjelaskan, dilanjutkan dengan virtual tour.

 Virtual Tour itu dimulai dengan pemutaran film pendek tentang koleksi museum Santa Maria itu. Kemudian Pak Aji, pemandu museum, menerangkan berbagai koleksi tersebut satu persatu. Koleksi yang ditampilkan antara lain foto kegiatan anak-anak bersama suster, buku dan peralatan doa, perlengkapan memasak, permainan. Anak-anak focus memperhatikan penjelasan pemandu.

 Di akhir tour, para murid diberi kesempatan bertanya. Anak-anak antusias bertanya, namun karena waktu terbatas, pertanyaan anak-anak dibatasi. Suster Marie Louise kemudian memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengungkapkan ekspresinya dengan mewarnai gambar bagi murid kelas A dan memvideokan cerita pengalaman mengikuti virtual tour bagi kelas B.
Setelah mengikuti virtual tour anak anak mulai mengerti apa itu museum. Menurut Jeremiah TK B kelas Grow, museum Ursulin Santa Maria menjadi tempat belajar dan mengenal sekolah “aku belajar benda yang ada di museum Santa Maria dan aku itu bisa belajar tentang sekolahan aku” Sementara Bianca Elisabeth TK B kelas Smart mengatakan bahwa museum adalah tempat menyimpan benda bersejarah “Aku jadi mengetahui museum adalah untuk tempat barang sejarah” lain lagi dengan Christo TK A kelas JOYFULL, ia mengatakan museum sebagai tempat untuk melihat orang-orang di masa lalu “bisa lihat orang zaman dulu”

 Kunjungan museum dilaksanakan secara virtual karena masih dalam situasi pandemi dan kegiatan tatap muka masih dibatasi. Anak-anak yang mengikuti tour memiliki harapan begitu besar agar bisa berkunjung secara langsung seperti dikatakan Mikael TK B kelas Smart yang mengatakan lebih seru berkunjung langsung “kurang seru kalau cuma nonton film doang, kalau bisa ke tempat aslinya” Sementara Christopher TK B kelas Grow berharap Tuhan Yesus memberkati keinginannya berkunjung ke Museum Ursulin Santa Maria: “aku mau lihat museum virtual Santa Maria kalau udah nggak ada korona aku mau pergi sama mama papa secara offline. Tuhan Yesus memberkati”

 Tanggapan Anak-anak TK Santa Maria setelah kunjungan virtual tour dapat di lihat di IG Museum Santa Maria pada link https://www.instagram.com/museumursulinsantamaria/ atau klik disini


Ketuk Rebana di Balai Kota: Babak Baru Museum di Jakarta Ramah Lingkungan dan Sosial

  Temu Mugalemon (Museum Galeri dan Monumen) edisi Juli 2025, menjadi momentum peluncuran/kick off program MSDGs (Mainstreaming SDGs) di Mus...